Kumpulan RPP dan Silabus Berkarakter, Contoh PTK, Contoh Skripsi, Makalah Pendidikan Terbaru 2012

Pengalaman Unik

Pengalaman Unik

Batuku yang Malang


Bulan Agustus dua tahun yang lalu aku berkunjung ke rumah temanku di Malang.
Sebelum aku pulang temanku itu menawarkan agar aku bermalam di rumahnya saja.Tapi tawaran itu aku tolak.Pukul enam sore aku meninggalkan Malang.Perjalanan ke Surabaya terasa cepat sekali,karena aku tertidur pulas.Ketika bangun telah sampai di terminal Joyoboyo.Turun dari Bus aku melangkah gontai menuju sebuah kios diseberang jalan untuk membeli rokok.Tapi ketika akan membayar rokok,dompet di saku sudah lenyap.Aku menyesal kenapa aku tadi tidur di bus.
Kini timbul persoalan baru bagiku .Bagaimana aku bisa pulang kalau tidak punya uang ? Padahal jarak terminal dengan rumahku masih lima kilometer.Apalagi malam-malam begini.
Aku menyesal kenapa tadi tidak pulang sore saja karena bus kota masih ada,sehingga mungkin bisa kucing-kucingan dengan kondekturnya.
Akhirnya aku Cuma mondar-mandir memikirkan jalan keluarnya.Aku memperoleh firasat baik,ketika dihadapanku ada plastic hitam.Tanpa ragu-ragu kuambil plastic itu,kumasukkan batu-batu.Setelah itu aku berdiri di pinggir jalan dengan gaya seorang penumpang yang menunggu.
Seorang kenek colt bemo mendekatiku dan menawarkan aku naik.Aku agak ragu melangkah masuk,tapi akhirnya aku naik juga. Di dalam colt itu hanya ada tiga orang.Seorang penumpang,kenek dan aku sendiri.Tapi tak lama kemudian,penumpang yang satu itu turun.Kini tinggal dua orang saja,yaitu aku bersama kenek itu.
“Kekhawatiranku akhirnya terjadi juga ketika kenek itu bertanya
“”Darimana mana,Mas ?” dia mengamati kegugupanku.
“ Malang “ Jawabku singkat.Sebab aku tak ingin dia bertanya terus.
“ Tentu beli apel,ya?” Dia kembali bertanya,ketika melihat plastic yang kubawa penuh.Aku hanya mengangguk.
Untung sebelum dia sempat bertanya lebih lanjut,aku sudah sampai.Sebelum turun,aku merogoh kantong.Dengan gaya seorang yang kehilangan aku melongo.
“Maaf tunggu sebentar ya ?,itu rumah saya dekat,saya ambilkan uang sebentar.Kalau tidak percaya barang saya ini biar saya taruh di sini,” kataku.Keduanya menangguk.Aku pun bergegas –gegas berlari.Tapi sial,sebelum jauh aku berlari, kenek itu sudah member aba-aba pada sopirnya. Meluncurlah dia bersama batuku dalam tas plastic.
Siapa yang salah ???
Sukarto, (dimuat di Surabaya Pos April 1985)









Cewek Cantik di Dekapan




Minggu 8 Desember 1985,sekitar pukul empat sore,aku berangkat dari terminal Joyoboyo menuju Kediri lewat Kertosono.Aku duduk di deretan bangku paling belakang bus.Di sebelahku ada satu bangku kosong.
Dia pakai celana jean dengan kaos putih bertulis Hello Kity dengan rambut agak panjang. Lama kami terdiam.Mulut ini terasa terkunci,maklum aku tidak terbiasa berbicara cewek,apalagi secantik dia. Aku berharap agar Dia mau membuka percakapan.
“Mau ke mana,Mas ?” Harapanku ternyata terkabul.
“ Kediri “ Jawabku tergopoh
“ Anda ke mana ?” Aku balik bertanya.
“ Kediri,” Jawabnya ringan.
“ Kalau begitu sama,” pancingku,Dia hanya mengangguk pelan.
Ketika hari mulai gelap.Dia semakin berani mendekatkan tubuhnya padaku,tentu saja aku takkan menolak.Mana mungkin ? Dia npura-pura pusing barangkali.Sebab semakin lama semakin berani dan nekad.Aku jadi salah tingkah,apalagi sesekali ada orang melihat ke arahku. Tapi anehnya Dia memejamkan matanya seolah-olah aku ini pacarnya.Aku juga tak menolak ketika kepalanya direbahkan ke dadaku.Aku makin nekad.
Di pertigaan Kertosono,Dia seperti terkejut dan berteriak.
“ Kiri ! “ pintanya kepada kondektur.
Bus pun menghentikan langkahnya.Dia turun ,setelah bus melaju kembali Dia melambaikan tangannya ke arahku.Aku heran atas kelakuannya.Tapi aku tak habis pikir mungkin Dia kerumah saudaranya atau ada kepentingan lain.
Kupikir lumayan punya teman seperjalanan seperti Dia walau hanya sebentar.Aku melamun sampai bus berhenti di terminal Kediri.Di situ tukang becak pada berebut penumpang.Aku memilih satu ,tapi ketika aku meraba saku celanaku,….pyarrr! dadaku seperti tergetar,dan kepalaku terasa pusing.Dometku di saku celana belakang sudah lenyap. Masak hanya bersanding dengan gadis cantik itu aku harus membayar Rp 35.000,plus sebuah kartu penduduk. ??

(di muat di Surabaya pos, 1985 )


share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Fakta Rahasia, Published at 18.28 and have 0 comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar